About Me

header ads

Surat Terbuka Untuk Ormas Islam


JUDUL : ( kegelisahan orang awwam )

Assalamu'alaikum....

Semoga kita semua berada dalam limpahan Rahmat Allah Ta'ala

Menjelang  Bulan Ramadha dan Idul Fitri, saya teringat kegelisahan/keresahan yang sudah jadi rutinitas setiap tahunnya.

Yaitu terkadang/sering berbeda dalam penetapan 1 Ramadhan /
'idul fitri maupun 'idul Adha

......................................

Karena mungkin dikampung saya itu,tepatnya di Kampung Pangkalan/Bojong-desa Margacinta-Leuwigoong-Garut.
Kampung ini, menonjol sekali kegiatan dan pengaruh dari Tokoh-tokoh NU & MUHAMMADIYYAH.


Masing-masing tokoh baik dari Muhammadiyyah ataupun NU, bersi kukuh dengan pendapatnya masing-masing....karena ini memang ketetapan Pimpinan masing-masing di tingkat pusat.

INI LAH BENANG KUSUT NYA.....

Pimpinan dipusat memberikan ketepan yang harus diikuti oleh DPW(propinsi),DPD(Kota),DPRA(Kecamatan) dan seterusnya.
Mereka tidak mau tahu...kegelisahan yang terjadi dikalangan bawah...yang mereka sebut orang awwam.
padahal orang awwam itu....tidak mempermasalahkan mau hari apa...yang penting mah semua bareng-bareng, terasa Ukhuwwah nya lah.

Terlebih ironisnya satu kampung sampai berbeda pula....
(Tidak Logis: Masa satu kampung ada 2 hari yang berbeda)
ini sering terjadi dikampung saya :

Beberapa tahun yang lalu.....kampung terpecah menjadi dua kubu.
Kubu pro Muhammadiyyah dan Pro NU ( kenapa saya bilang Pro....karena mereka sebetulnya bukan jama'ah..mereka hanya menjadi imbas dari tokoh-tokoh itu )

Yang Pro Muhammadiyyah 'Idul fitri nya hari Selasa yang NU hari Rabu, masyarakatpun bingung disisi lain mereka ingin kebersamaan dan terjalin Ukhuwwah di sisi lain mereka harus memutuskan tokoh mana yang harus merekaikuti bahkan,ada yang memilih tidak melakasanaka sholat 'id sama sekali.

Ketika ditanya tokoh-tokoh/sebagian ustadz :
Beliau-beliau cukup menjawab ya begitulah orang awwam....yang penting jangan ikut-ikutan seperti mereka.

Seakan-akan mereka tidak mau tahu.......padahal masalah itu akibat PENETAPAN ORMAS-ORMAS ISLAM
ini merupkan ego masing-masing !BUKAN KAH ORMAS-ORMAS ISLAM BEKERJA UNTUK UMMAT ??

Dan juga antara pemerintah dan ormas-ormas islam susah untuk bersepakat.
Padahal semua ormas di undang untuk menetapkan, tetapi selepas itu kembali ke pendapat masing-masing.Ketika ditanya, mengenai Hadits "Perbedaan itu Rahmat " beliau-beliau menjawab : " itu bukan hadits shohih '' karena bertentangan dengan "persamaan itu adzab" dari segi bahasa.

lantas...kenapa kita senang berbeda, hanya karena beda metode koma sekian saja dalam penentuannya.

Bukankah Malaysia bisa bersatu dalam penetapan seperti ini. Betapa indah...seluruh masjid se indonesia mengumandangkan Takbir.......betapa kuat ketika umat islam bersatu-padu....betapa besar gema 'Idul Fitri.

salam,
Dedi ( Abu rahid )
http://aburahid3rut.blogspot.com

Post a Comment

0 Comments