1. ADAB TERHADAP YANG SAKIT
- Menjenguk :
a) Mendoakan
b) Taushiyah
c) Mengucapkan kata-kata yang menghibur
d) Meringankan kunjungan
- Meminta di do’akan oleh yang sakit
- Membangkitkan semangatnya
- Mendampinginya, dengan syarat :
a) Yang paling karib dengannya
b) Yang paling tahu sifat-sifatnya
c) Yang paling sholeh
- Diberikan air minum
- Dihadapkan ke qiblat
- Ditalkinkan kalimat thayyibah
- Membaca Yaasin untuk meringankan naza’ (HR.Ahmad, abu daud, Nasai, hakim )
2. SEBAGIAN TANDA SAKARATUL MAUT
- Mata terbelalak ( pandangan mata keatas )
- Sering mengigau
- Kaki / betis terpaut
- Kepala turun dari bantal
- Tubuh bagian bawah dingin, dll
3. ADMINISTRASI JENAZAH
- Administrasi Keluarga/lingkungan :
- Pemberitahuan semua keluarga /ahli waris mayit, memberitahu pengurus RT/RW setempat, menentukan tim penyelenggara jenazah, musyawarah antara keluarga, menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, mengumumkan kepada warga setempat.
- Administrasi Kependudukan :
- Foto-copy KTP/KK mayit, surat kematian dari RS ( jika ada) membuat surat pengantar dari RT/RW setempat, membuat surat penguburan, memesan ambulance/mobil jenazah dan waktu pengantar jenazah.
4. ADAB MUSLIM TERHADAP MAYIT
- Membaca : “ Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un “
- Memejamkan matanya (HR.Muslim)
- Menyebutkan kebaikan-kebaikannya dan berkata baik-baik karena diaminkan malaikat
- Mengikat kepala sampai dagu, agar mulut tidak menganga
- Mendampingi mayit
- Segera mengurus kebutuhan mayit, agar cepat dimandikan & dikafani
- Segera menanggung utangnya
- Memisahkan wasiatnya
- Mencopot pakaian mayit dan menutup seluruh tubuhnya
- Tidak meletakan mayit dilantai/tanah
5. MEMANDIKAN MAYIT
- PERSIAPAN MEMANDIKAN MAYIT
- Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan : Air, keranda pemandian, hijab, bak air, gayung, sabun/daun bidara, sampo,sarung tangan, cotton buds, kain penutup minimal 2 lembar, kapur barus halus, handuk
- Menyiapkan terlebih dahulu peralatan kafan : Kain kafan, kapas, minyak wangi ( non alkohol), kapur barus halus, tikar, gunting
- Menentukan tempat mengkafani mayit
- RUKUN MEMANDIKAN MAYIT
- Niat
- Basmalah
- Meratakan air keseluruh tubuh
Ø Setiap mayit Muslim dan mereka mati syahid bukan karena orang kafir wajib dimandikan (Seperti : karena sampar, kolera, kanker lambung/tumor ganas, terbakar, tenggelam, tertimbun atau ibu melahirkan )
Ø Sedangkan orang kafir dan Muslim syahid karena orang kafir (jihad fiisabilillah ) tidak wajib dimandikan
Ø Rukhshah : Boleh diganti tayammum bila : tidak ada air sama sekali, kondisi badan yang hancur, tidak ada orang yang berjenis kelamin sama.
- ADAB MEMANDIKAN MAYIT
- Menutupi/tidak melihat auratnya
- Tidak memandikan langsung dibawah langit
- Yang memandikan harus orang yang terpercaya
- Tidak dihadiri selain oleh orang yang memandikan
- Tidak membicarakan auratnya apalagi cacat badannya
- Wajah menghadap qiblat
- Lembut dalam setiap urusan
- Melapisi tangan dengan sesuatu/kain/sarung tangan
- CARA MEMANDIKAN MAYIT
1. Membersihkan kotoran ( dengan perlahan-lahan )
o Membersihkan mayit dari berbagai kotoran yang melekat padanya : bekas plester dibersihkan dengan semacam minyak ( baby oil & minyak kelapa )
o Bekas kotoran mata diusap perlahan dengan kaos tangan atau kapas
o Lubang hidung diusap dari luar
o Rongga mulut diusap dengan kaos tangan perlahan-lahan
o Daun telinga diusap seperti wudhu
o Sela-sela jari diusap seperti wudhu
o Sela-sela kuku dibersihkan dengan alat yang tidak tajam
o Bekas kotoran lain dengan air sabun
2. Mewudhukan ( dengan perlahan-lahan )
o Mewudhukan secara sempurna, kecuali tidak dikumurkan atau memasukan air ke hidung
3. Memandikan ( dengan perlahan-lahan )
o Yaitu meratakan air keseluruh tubuh dengan mengikuti sunnah sebagai berikut :
i. Mencuci dengan daun bidara atau sabun
ii. Dimulai dari sisi kanan bagian depan
iii. Mulai dari kepala, jenggot, leher, pundak sampai telapak tangan, bahu dan dada sampai perut, kaki
iv. Kemudian miringkan kekiri dan cuci bagian belakang : punggung, pinggang dan pinggul
v. Lanjutkan Tubuh bagian kiri seperti bagian kanan tadi
vi. Cuci 2x dengan air bersih dan 1x dengan air campur kamper ( kapur barus) boleh lebih dari 3x bila diperlukan, tapi dengan jumlah bilangan ganjil
4. Mewudhukan kembali secara sempurna, kecuali tidak dikumurkan atau dimasukan air ke hidung ( dengan perlahan-lahan )
5. Dihandukan sampai kering ( dengan perlahan-lahan )
v Catatan : Ketika dalam proses memandikan, aurat tetap harus terjaga .Laki-laki dari pusar sampai lutut dan perempuan dari dada sampai lutut ditutupi dengan kain. ( diatas badannya ditutup kain )
6. MENGKAFANI MAYIT
· Kafan yang disukai : yang baik ( kalau bisa yang baru ), yang bersih, yang menutupi seluruh tubuh, yang putih, diberi minyak wangi ( tiga lapis bagi laki-laki dan lima lapis bagi perempuan )
· Bagi yang ihram : dipakaikan pakaian ihrom, dilapis dengan dua helai kain lagi tidak berjahit dan tidak memakai wangi-wangian
· CARA MENGKAFANI MAYIT
a. Mayit diukur dengan tali untuk mengetahui kebutuhan kafannya
b. Menyediakan 2 helai kain setinggi badannya ditambah 2 jengkal untuk mengikatnya
c. Untuk mayit laki-laki sediakan 1 helai saja untuk sarung sepanjang ukuran sarungnya
d. Untuk mayit perempuan ditambah 1 helai untuk kerudung dan 1 helai untuk baju kurung
e. Menyediakan 5-7 helai tali untuk mengikat, semuanya diambil dari kafan
f. Menyediakan kapas untuk menutup Qubul & dubur
g. Menyediakan kapas untuk menutupi bagian persendian dan sedikit untuk muka, atau jika ada bagian yang luka
h. Menyediakan kafur barus untuk menutup Qubul dan dubur, minyak wangi untuk muka dan dahi
i. Mengatur kafan diatas dipan atau tikar, kepala menghadap Qiblat
j. Rambut disisir, untuk wanita dijalin 3 dan ditekuk
k. Urutan meletakan kain kafan : tali pengikat, 2 helai kain panjang, sarung(ditambah baju kurung dan kerudung untuk perempuan), kapas, taburan kapur barus, cendana dan minyak wangi
7. MEN-SHOLATKAN JENAZAH
· Men-sholatkan dan menguburkan pahalanya 2 qirath
· Harus memenuhi syarat yaitu : suci dari hadats dan najis, menutup aurat dan menghadap qiblat
· Memenuhi rukunnya yaitu : Niat, berdiri bagi yang mampu, 4x takbir, membaca fatihah dan shalawat nabi, do’a untuk mayit dan kaum mu’min, salam kekanan-kiri
· CARA SHOLAT JENAZAH
1. Niat
2. Takbir ( ke-1 ) dengan mengangkat tangan ,kemudian membaca Al-Fatihah
3. Takbir ( ke-2) kemudian membaca sholawat kepada Nabi saw
4 Takbir ( ke-3) membaca do’a untuk mayit
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
5. Takbir ( ke-4) membaca do’a untuk mayit dan kaum mu’min
اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ َتَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ
· HAL-HAL YAN G HARUS DIPERHATIKAN KETIKA SHALAT JENAZAH
o Jika ada jenazah anak perempuan, jenazah anak lebih dekat ke imam
o Sunnah ma’mum jadi 3 shaf
o Jenazah janin dibawah 4 bulan cukup dibungkus dan dikubur
o Jenazah janin 4 bulan lebih : lengkap seperti orang dewasa
o Masbuk mengikuti bacaan yang didapat tanpa menyusul
o Tidak men-sholatkan pada waktu terlarang : ketika terbit matahari, ketika matahari tepat di atas kepala dan ketika matahari tenggelam
8. MENGUBURKAN MAYIT
- Ada 2 jenis kuburan lahd & syaqq
- Jenazah dimasukan dari arah kaki
- Jenazah diletakan diatas lambung kanan, wajah menghadap kiblat
- Membuka semua ikatan kafan, membuka wajah dan menempelkan pipi kanan ke tanah
- Mendo’akan mayit
- Merapikan tanah diatas kuburan, boleh tinggi sejengkal
- Memberi tanda sebagai penghormatan
- Yang menguburkan semua laki-laki
- Keluarga lebih berhak untuk turun ke liang kubur
WALLOHU’ALAM

3 Comments
Banyak sekali ummat yang dalam soal urusan jenazah hanya bergantung 100% kepada pengurus jenazah dari mesjid.
Setidaknya dengan informasi ini ummat mengerti walau tidak mengerjakannya langsung.