About Me

header ads

Antara Cinta & Benci


Lubuk Hati Yang Paling Dalam - Hanya Bisa Lewat Tulisan

Saya lahir disebuah kampung yang entah mengapa di beri nama Pangkalan, mungkin dulu bekas pangkalan/ berkumpul atau…atau…entahlah. Tepatnya di desa Margacinta kecamatan Leuwigoong-Garut.

Apapun keadaan kampung saya itu sekarang, tetap saya cintai…..Meski Allah men-takdir kan untuk tidak menetap dikampung tercinta sekarang ini, tetap saja sekuat daya usaha & kemampuan ingin memberikan sesuatu yang berguna, terutama yang paling utama membawa bersama-sama dalam kecintaan Allah penguasa seluruh alam ini, menjadi kampung yang di berkahiNya.

Yah………..Alhamdulillah, meski belum maximal sekarang ini generasi muda dalam wadah IRM ( ikatan remaja masjid ) sedikit demi sedikit sudah ada ghirah untuk sama-sama belajar menggali ilmu agama. Walau, kami sadar dengan segala kelemahannya, tapi kami yakin suatu saat aroma pesantren yang dulu pernah harum dikampung ini akan tercium lagi semerbak wanginya…Kapan waktunya ?? Entahlah, mungkin 2 tahun, 10 tahun……yang penting kita terus berupaya, meski saya bukan remaja lagi, ngga ada salahnya kan ? men-support mereka, karena ini yang paling efektif untuk membangun masa depan lewat generasi-generasinya, semoga Allah memudahkannya. Amin…

*******

Tepat, disebelah barat ada suatu kampung, Bojong namanya. Kalo saja ada orang baru datang, mungkin mereka akan bilang “ ini sepertinya bukan dua kampung yang berbeda” Karena kalo dilihat dari letaknya, nyaris tidak ada ruang kosong pemisahnya (rapat) sekali. Tapi, semua orang tau ada sebuah Madrasyah MI – Tsanawiyyah ( semoga menyusul ‘Aliyah-nya ) yang menjadi kebanggaan kita bersma, sebagai batas wilayah kekuasaan…masing-masing negara….maaf kampung maksudnya.


*******
Sudah menjadi sunatullah bahwa berdekatan akan saling membutuhkan diantara satu dengan lainnya. dalam semua bidang, keduanya akan saling melengkapi. Termasuk persoalan asmara, banyak sudah kedua kampung ini mempunyai pasangan suami-istri , termasuk saya sendiri.

Bahkan sudah ada yang sampai dikaruniakan anak dan cucu, yang pastinya keturuanan-keturunan mereka itu adalah harta…aset….warga…kedua kampung itu sekaligus …KALAU KITA SADAR….yang seharusnya jadi perekat hubungan yang harmonis.

*******

Sekitar 6 bulan yang lalu, terjadi sebuah masalah yang melilit kedua kampung itu. Yang sebenarnya itu hanyalah kenakalan remaja/pemuda biasa saja, tapi entah mengapa bergulir dan terus bergulir sehingga bukan saja menjadi persoalan pribadi tapi sudah menjadi persoalan umum, yang membawa kepada hubungan yang tidak harmonis.

*******
Saya sedih dan prihatin sekali melihat semua ini, karena meski tulen Pangkalan, tapi Bojong juga adalah bagian dari hidup saya, karena istri dan keluarganya tulen bojong. Jadi saya sama-sama cinta dengan kedua kampung tersebut. Dan bukan hanya karena itu tapi yang paling penting adalah pesan Allah lewat Al-Qur’anNya “BUKANKAH SEMUA MU’MIN BERSAUDARA “??

*******
Kembali kepermasalan 6 bulan yang lalu tadi. Sebenarnya persoalan itu bukan penyebabnya, tapi ini adalah akumulasi atau kumpulan dari hubungan-hubungan sebelumnya yang kurang harmonis Lantas………………………....
“SIAPA YANG SALAH “?? Jawabannya : Justru pertanyaan ini yang harus dihindari, karena inilah yang akan menyebabkan perpecahkan dan alih-alih akan mengakibatkan “QOTTURRAHMI - PUTUS SILATURAHMI”, yang tentunya harus kita hindari karena bukan ciri-ciri orang yang beriman.

Mungkin yang lebih bijak dalam menyikapi perbedaan masalah adalah bukan “SAYA BENAR DAN ANDA SALAH” harusnya ‘ MUNGKIN SAYA BENAR , ANDA PUN BISA JADI BENAR”. Sebesar apapun masalah tentunya akan menjadi kecil bagi orang besar, sebaliknya sekecil apapun masalah akan menjadi besar bagi orang kecil. “Semoga kita menjadi orang-orang yang besar”. Kecuali, menyangkut akidah tidak ada kata tawar menawar, bukankah kita satu akidah yang harus berbaris seperti bangunan yang kokoh untuk bahu membahu melawan musuh-musuh islam yang merongrong
merongrong generasi muda saat ini, dengan berbagai tipu daya untuk kemorosotan ahlak dan moral selama ini ??

*******
Inilah tugas kita bersama, bagaimana mencetak dan belajar bersama-sama untuk melahirkan generasi-generasi yang cinta Al-Qur’an& hadits…kalo saja anak muda sudah menghabiskan waktu luangnya dengan berinteraksi bersama Al-Qur’an, mereka tidak akan punya waktu lagi dan hasrat untuk menciptakan hal-hal yang negative.


*******
Tapi, sepahit apapun masalah dibaliknya ada sebuah hikmah yang patut menjadikan pelajaran. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya…Semoga Allah yang maha kuasa menyatukan kedua kampung itu seperti menyatukan kaum Muhajirin dengan kaum Anshor. Amin….

*******
Pepatah sunda bilang “siga sendok jeung garpu”. Sendok dan garpu pastinya akan berbenturan, tapi tujuan mereka sama untuk menghabiskan nasi dengan masing-masing fungsinya.

Meski kultur, kebiasaan, latar belakang pendidikan dan lainnya berbeda, tapi kita tetap seorang MU’MIN ...Bersatu menuju masyarakat bermutu……….


*******
Akhirnya...semua lapisan masyarakat lah yang semestinya bertanggung jawab, karena Rasulullah bersabda “ setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya dengan apa yang dipimpinnya “ minimal kepemimpinan di mualai dari keluarga...kalau keluarga baik….maka masyarakat pun akan baik….”karena apa ? “ Karena masyarakat adalah kumpulan dari kelurga-keluarga.


*******


Wallohu’alam

Post a Comment

3 Comments

Ricky said…
iya bener, pertikaian antara pangkalan - bojong terjadi kemarin waktu saya kerja di MTs Bojong
Kelas Non Reg A said…
semoga semua na akan lebih baik... dayat hidayat (warga bojong)